AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KAYU Mangifera indica L., Mangifera foetida Lour, DAN Mangifera odorata Griff

INTISARI: Ekstrak dari kayu dan kulit batang tiga spesies mangifera, yaitu mangga (Mangifera indica L.), pakel (Mangifera foetida Lour), dan kweni (Mangifera odorata Griff.) telah  diuji aktivitas antioksidannya (AAO). Tiap bagian batang tersebut diekstrak dengan metanol (MeOH) dan ekstrak kasarnya kemudian difraksinasi  secara  bertingkat  dengan  pelarut  n-heksana,  etil  asetat  (EtOAc)  dan  n-butanol  untuk memperoleh 4 fraksi berbeda. Sifat anti oksidan dari ekstrak MeOH dan hasil fraksinasinya ditentukan melalui uji 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH). Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak MEOH dari gubal pakel serta kulit kweni secara nyata memberikan AAO tertinggi jika dibandingkan dengan antioksidan standar (asam galat dan katekin) dengan nilai IC50 sekitar 3-10 ppm. Dari beberapa faksi yang dipisahkan pada ekstrak MeOH di bagian-bagian tersebut, fraksi terlarut EtOAc secara nyata menunjukkan AAO tertinggi. Uji identifikasi metabolit sekunder dengan reaksi kimia secara kualitatif mengindikasikan bahwa alkaloid dan tanin berperan pada hasil pengujian AAO. Kadar fenolat total (KFT) dari tiap ekstrak juga ditentukan berdasarkan metoda Folin-Ciocalteu. Baik pada bagian ekstrak kasar maupun hasil fraksinasi, hanya korelasi yang lemah didapatkan apabila antara nilai AAO dan KFT dihubungkan.
Kata kunci: Mangifera, ekstraktif, antioksidan, uji DPPH, kadar fenolat
Penulis: GANIS LUKMANDARU, KRISTIAN VEMBRIANTO, & ANISA ALFIANA GAZIDY
Kode Jurnal: jpkehutanandd120002

Artikel Terkait :