ADAPTASI SISTEM MSL DENGAN BIOMINERAL UNTUK MENGOPTIMUMKAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KILANG MINYAK GUNA AIR IRIGASI

Abstract: Berdasarkan hasil penelitian Hibah Bersaing XVII tahun I didapatkan bahwa kombinasi, masing-masing 25%, zeolit, BF dan arang diaktifkan dengan inokulasi Pseudomonas dan Bacillus 109 UPK/kg bahan sebagai pengisi MSL efektif menurunkan cemaran pada limbah cair industri kilang minyak UP VI Balongan Indramayu. Sebagai tindak lanjut pada tahun II dilakukan penelitian dengan tujuan adaptasi sistem MSL dan mengoptimumkan limbah cair sebagi air irigasi. Jenis air yang digunakan adalah: kontrol/air irigasi setempat, lagun 1,  lagun 9, penyaringan MSL lagun 1, penyaringan MSL lagun 9, ½ penyaringan MSL lagun 1 + ½ air irigasi, dan ½ penyaringan MSL lagun 9 + ½ air irigasi. Pemanfaatan sistem MSL selama tiga bulan dengan debit 1 l/menit masih efektif menurunkan kadar cemaran limbah cair.  pH dan kadar logam berat air limbah tidak melampaui baku mutu.  Sistem MSL meningkatkan pH, DHL dan nyata menurunkan kadar logam berat air limbah.  Air limbah  tidak mempengaruhi pH dan DHL tanah selama 3 bulan pertanaman, tidak berpengaruh terhadap komponen padi, tetapi penyaringan MSL memperbaiki komponen jagung dan kedelai setara dengan kontrol, bahkan cenderung lebih baik. Kandungan logam berat kedelai irigasi air limbah (Pb: 2,5-6,5 ppm; Cd: 0,7-1,3 ppm) di atas baku mutu (1,0 ppm; 0,5 ppm).  Penyaringan dan pencampuran air limbah meningkatkan kadar P kedelai (0,45%; kontrol 0,3%), dan menurunkan kadar logam berat Pb (0,5 ppm dibanding 6,5 ppm) dan Cd (0,3 ppm dibanding 1,3 ppm). Penyaringan dan pencampuran air limbah efektif menurunkan kadar logam berat terakumulasi dalam kedelai di bawah baku mutu.
Kata kunci: MSL, biomineral, logam berat
Penulis: Tamad, Joko Maryanto, Ismangil
Kode Jurnal: jppertaniandd110100

Artikel Terkait :