WARAK NGENDOG: SIMBOL AKULTURASI BUDAYA PADA KARYA SENI RUPA
Abstrak: Warak Ngendog
merupakan kreativitas budaya lokal yang menjadi maskot dalam tradisi ritual
Dugderan masyarakat Kota Semarang.
Penelitian ini bertujuan mengkaji
masalah maskot seni rupa tersebut sebagai simbol akulturasi budaya melalui analisis intra estetik dan ekstra
estetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek intra estetik,
perwujudan Warak Ngendog sebagai maskot Dugderan merepresentasikan hewan rekaan
berkaki empat yang bersifat enigmatik, unik, eksotik, dan ekspresif. Dari
aspek ekstra estetik, maskot
tersebut secara simbolik
mencerminkan akulturasi budaya Jawa,
Arab, dan Cina yang merefleksikan pesan-pesan edukatif ajaran moral Islami
serta nilai harmoni kehidupan masyarakat multikultur. Interaksi sistemik
unsur-unsur ulama, pemerintah, masyarakat,
ritual Dugderan, dan maskot seni rupa Warak Ngendog sebagai simbol
akulturasi budaya dapat berperan secara sinergis sebagai model dalam membangun
integrasi budaya.
Keywords: Warak Ngendog;
Dugderan; cultural acculturation; intra-aesthetic; extra-aesthetic
Penulis: Triyanto, Nur
Rokhmat, Mujiyono
Kode Jurnal: jpsosiologidd130019