STUDI KRITIK TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT DAN AWAL BULAN QAMARIYAH PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN
ABSTRACT: Kajian ini berusaha
untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang
arah kiblat dan awal bulan Qamariyah ditinjau dari ilmu falak atau astronomi.
Dan untuk itu penulis menggunakan pendekatan ilmu falak atau astronomi yang merupakan
ciri khas dari penelitian ini yang didukung dengan wawancara dan dokumentasi
untuk mendapatkan data-data yang representatif. Dari pendekatan tersebut dapat
ditemukan hasilnya yaitu; Pertama, KH. Ahmad Dahlan mampu menciptakan teori
menentukan arah kiblat yaitu memakai bola dunia, yang saat itu teknologi belum
begitu maju, dengan bola dunia itu KH. Ahmad Dahlan berijtihad bahwa arah
kiblat kota Yogyakarta pada umumnya dan Masjid Agung pada khususnya adalah 240.
Dan bila dibandingkan dengan perhitungan software kontemporer arah kiblatnya
kurang serong ke kanan 10 15’ 0” (satu derajat lima belas menit nol detik) dari
kiblat nyata, sedangkan dari perhitungan rumus segitiga bola arah kiblatnya
kurang serong ke kanan 00 42’ 21.88”. Kedua, pada mulanya KH. Ahmad Dahlan
menentukan awal bulan Qamariyah adalah dengan hakiki taqribi mengikuti gurunya
K. Dahlan Termas dengan kitab Tazkirul Ihwan yang cenderung geosentris. Tetapi
setelah berguru dengan Syekh Taher Djalaluddin, Dahlan berpindah ke hakiki
Tahkiki dengan menggunakan referensi Matla’ al-Sa’id yang cenderung
heliosentris.
KEYWORDS: KH. Ahmad Dahlan;
Kiblat; Awal Bulan Qamariyah
Penulis: Imroatul Munfaridah
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110165