PLURALITAS AGAMA DALAM KELUARGA JAWA

Abstract: Dalam masyarakat Jawa terdapat pemahaman dan pemaknaan sendiri terhadap agama yaitu ”agami ageming aji”. Artinya apa pun agama yang dipeluk sama saja karena semua agama mengajarkan keselamatan. Oleh sebab itu menjadi sebuah fenomena menarik di kalangan masyarakat Jawa karena mereka cenderung lebih toleran dalam menyikapi perbedaaan dan keragaman beragama. Salah satu contoh masyarakat yang menghargai pluralitas agama adalah masyarakat Desa Getas Kaloran Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang sejumlah keluarga yang dapat menerima pluralitas agama dan toleransi terhadap pluralitas agama dalam keluarga Jawa. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah masyarakat Desa Getas yang memiliki keragaman agama dalam keluarganya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Getas dapat menerima pluralitas agama karena menurut mereka agama adalah urusan pribadi seseorang jadi tidak ada pihak yang dapat memaksakan suatu keyakinan kepada individu lain. Pluralitas agama tersebut tidak menimbulkan masalah berarti karena masyarakat memiliki derajat toleransi yang tinggi antar anggota keluarga, yang ditunjukkan melalui saling menghargai dan mengormati dan tidak mencampuri urusan keagamaan orang lain, serta saling membantu antar anggota keluarga untuk memperlancar kegiatan ibadah masing – masing.
Keywords: plurality, religion, getas community
Penulis: Agus Prasetyo
Kode Jurnal: jpsosiologidd130012

Artikel Terkait :