MODEL PENGELOLAAN AIR BERSIH DESA DI BANTUL YOGYAKARTA
Abstrak: Artikel ini bertujuan
mendeskripsikan model pengelolaan air minum desa dan permasalah yang
dihadapinya. Penelitian dilakukan di wilayah Pucung Desa Wukirsari Bantul
Yogyakarta. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pengelolaan ditinjau dari aspek kelembagaan, ketersediaan
air, jumlah pengguna, kebutuhan air bersih, pedoman yang mengatur dan manajemen
keuangannya. Jenis penelitian survai dengan pendekatan deskriptif kualitatif
dan kuantitatif. Subyek penelitian kepala keluarga. Hasil penelitian Pengelolaan
Air Bersih (PAB) Pucung dikelola berbasis masyarakat (tipe C), namun belum
melibatkan pelanggan dalam pengelolaannya. Ketersediaan air sangat cukup,
tetapi kebutuhan pelanggan belum terpenuhi secara maksimal. Apabila PAB Pucung
dapat beroperasi secara efektif dan efisien masyarakat Pucung tidak akan
kekurangan air bersih karena dalam satu bulan masih tersedia 13.445 m3, yang
setara dengan pemenuhan kebutuhan air
bersih rata–rata 259 jiwa/bulan.
Keywords: village; water
management; instution; community empowerment
Penulis: Hardjono, Nuraini Dwi
Astuti, Christine Sri Widiputranti
Kode Jurnal: jpsosiologidd130021