MEMBEDAH ORIENTASI, SIKAP DAN PERILAKU KEAGAMAAN

Abstrak: Para pemeluk agama terkadang tidak mau repot-repot terjebak dalam permainan definisi tentang apa itu agama. Mereka cenderung lebih memilih menjalankan agama secara praktis dan aplikatif  saja, tanpa mempersoalkan apa itu agama secara lebih reflektif. Dalam menjalankan agama secara praktis dan aplikatif  inilah, setiap pemeluk agama, sadar atau tidak sadar, akan memosisikan agama sebagai tujuan atau orientasi (religion orientation) tertentu di dalam kehidupannya.
Tentu setiap pemeluk agama mempunyai orientasi agama yang berbeda-beda. Diferensiasi orientasi agama, setidaknya dibentuk oleh pola pikir dalam memahami agama dan juga lingkungan —politik, sosial, budaya, ekonomi dan agama—tempat seorang pemeluk agama mengaktualisasi diri. Dari orientasi dan sikap tidak selalu berimplikasi pada perilaku keagamaan seseorang. Tetapi perilaku keagamaan seseorang berdampak pada sikap relasi dengan yang lain, bisa berdampak “baik” dan juga “buruk” atau “merusak” dalam konteks personal maupun sosialnya, inilah yang menjadi masalah. Orientasi agama secara moral sangat erat dengan kemauan sebagai dorongan untuk bertindak, tetapi apa yang dipikirkan oleh orang tentang agama lalu itu menjadi tindakan yang dikerjakan.
Keywords: Orientasi, Sikap, motivasi dan Keagamaan
Penulis: Rosidin
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd090007

Artikel Terkait :