KRITIK NALAR ARAB DALAM PERSPEKTIF ABID AL-JABIRI
SARI: Tetralogi Kritik Nalar
Arab (Naqd al-Aql al-Arabi) merupakan proyek kebangkitan dan modernisasi yang
dibangun kokoh oleh Mohammed Abed al-Jabiri di atas puing-puing reruntuhan
kejumudan konstruksi pemikiran Arab-Islam. Tetralogi Kritik Nalar Arab mencakup
Takwn al-Aql al-Arabi (1984), Binyah al-Aql al-'Arabi (1986), Al-Aql al-Siysi
al-Arabi (1990), dan al-Aql al-Akhlqi al-Arabi: Dirsah Tahlliyyah Naqdiyyah li
Nudhm al-Qiyam fi Tsaqfah al-'Arabiyyah (2001). Kritik Nalar Arab diproyeksikan
sebagai batu loncatan menuju rasionalisme kritis guna mengejar ketertinggalan
peradaban Arab-Islam dari kemajuan pesat Eropa Modern pasca-Renaissance. Kritik
Nalar Arab diandaikan mampu mensinergikan serta mendialogkan kesenjangan dan
benturan antara tradisi (turts) dan modernitas.
Kritik Nalar Arab terpahat menjadi ukiran konsepsi unik yang mendapat
apresiasi terluas dibanding konsepsi-konsepsi kebangkitan lain yang muncul
dalam kebudayaan Arab kontemporer. Namun, di sisi lain, Kritik Nalar Arab
dihujani derasnya kritik argumentatif yang cukup massif dari para pemikir
kawakan seperti George Tharabisyi dari Syiria dan Yahya Muhammed dari Sudan.
Menyadari urgensitas kontribusi wacana Kritik Nalar Arab dalam proyek
kebangkitan modern, penulis mendeskripsikan pemikiran Abed al-Jabiri formulasi
Nalar Arab dalam Takwin al-Aql al-Arabi.
Penulis: Irwan Masduqi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd090048