KONTEKSTUALISASI (PENDIDIKAN) ANTROPOLOGI INDONESIA
Abstract: Dunia pendidikan
Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang ambivalen. Pendidikan yang
seharusnya dapat secara positif membekali manusia dengan modal pengetahuan
praktis maupun substantif yang berguna justru mempunyai potensi yang
sebaliknya, yaitu menjadi kendala bagi pembangunan berkelanjutan karena
tuntutan-tuntutan praktis, khusus, dan sesaat yang dikehendaki oleh
kepentingan-kepentingan ekonomi, politik, dan sosial yang selalu berubah. Fakta
tersebut menjadi latar belakang penulisan artikel ini yang bertujuan mengajukan
sebuah wacana tentang kontekstualisasi pendidikan Antropologi di Indonesia agar
pendidikan dapat berfungsi sebagaimana idealnya. Setelah melakukan pengamatan
terhadap fakta yang ada dengan menggunakan analisis berbasis teori-teori Antropologi
dan ilmu sosial, diperoleh beberapa kesimpulan, diantaranya, kontekstualisasi
pendidikan Antropologi Indonesia harus diupayakan untuk mengisi nasionalisme
Indonesia dengan jiwa baru untuk menghadapi krisis akulturasi akibat sistem
komunikasi global. Dalam pendidikan antropologi, para peserta didik secara
total mestinya diberi kesempatan mengembangkan daya apresiasi, empati/afektif
dan kognitifnya sesuai dengan pengalaman hidupnya untuk berwacana dengan subyek
yang dipelajarinya. Untuk mewujudkan hal itu salah satu pendekatan yang sesuai
adalah pendekatan reflektif partisipatoris agar dapat menjangkau ranah kognitif
dan simbolik suatu identitas sosial budaya yang sedang berubah, sehingga akan
sampai pada hasil yang lebih bersifat pengetahuan reflektif dan apresiatif,
yaitu pada penemuan eksistensi manusia itu sendiri.
Keywords: anthropology,
education, participatory, reflective
Penulis: P M Laksono
Kode Jurnal: jpsosiologidd130016