KERBAU UNTUK LELUHUR: DIMENSI HORIZONTAL DALAM RITUS KEMATIAN PADA AGAMA MERAPU

Abstract: Penelitian ini bertujuan menggali makna yang terkandung dalam ritual mengorbankan kerbau dalam ritus kematian pada agama Marapu. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Sumba penganut agama merapu. Fenomena keagamaan dalam masyarakat secara antropologis dapat dilihat dari aras sakral dan profan. Aras sakral menempatkan fenomena keagamaan dalam hubungan vertikal antara manusia dengan tuhan sebagai pemilik kekuatan adikodrati. Sedangkan pada aras profan melihat fenomena keagamaan dalam hubungan horisontal yang terbangun dalam relasi sosial antar pendukungnya. Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari aras sakral dan profan tidaklah terpisah sama sekali. Aktifitas yang tampaknya profan ternyata terkait dengan wilayah sakral seperti yang terjadi pada masyarakat Sumba. Keberadaan ternak khususnya kerbau menjadi penghubung antara wilayah sakral dan profan. Memelihara ternak, khususnya kerbau merupakan aktifitas sehari-hari yang bersifat profan namun menjadi sakral manakala kerbau hadir dalam ritual kematian. Sehingga secara nyata aktifitas profan dalam memelihara ternak khususnya kerbau akan menjamin tetap tegaknya agama Marapu.
Keywords: sacred, profane; buffalo sacrifice; marapu religion
Penulis: Gunawan
Kode Jurnal: jpsosiologidd130015

Artikel Terkait :