ISLAM DAN PLURALISME : ANGAN-ANGAN SOSIAL-POLITIK DEMOKRATIK PIAGAM MADINAH
Abstrak: Islam hadir dan
berinteraksi secara sosial-politik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme
yang plural. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang
didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa Yahudi yang
menganut agama dan keyakinan berbeda. Proses kreatif Nabi Muhammad. Selama kurang lebih sepuluh
tahun (622—632 M), Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme
tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. Konstruksi
masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat
perkembangan peradabannya. Bentuk masyarakat lebih luas, lebih kompleks, dan
lebih plural tercapai semasa kepemimpinan al-khulafâ’ al-râsyidûn dan
sesudahnya.
Oleh karena itu, kegamangan modernitas dewasa ini, Islam suka tidak suka harus
berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa
(nation-state). Menghadapi ini, sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan
keharusan historis secara interaktif.
Keywords: Islam, Pluralisme,
Demokratik, Negara dan Piagam Madinah
Penulis: Marzuki Wahid
Kdoe Jurnal: jpperadabanislamdd090005