Hubungan Tayangan Reality Show “Be A Man” di Global TV dengan Perilaku Asertif Transgender
ABSTRAK: Penelitian skripsi
ini mengenai Hubungan Tayangan Reality Show Be a Man di Global TV dengan
Perilaku Asertif Transgender. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori
uses and effect dimana dilihat bahwa kaum transgender memiliki kesadaran dalam
memilih untuk menonton tayangan Be A Man dengan harapan terciptanya efek
tertentu yaitu sikap asertif. Berangkat dari hipotesis ini peneliti ingin
melihat korelasi antara dua variabel tersebut. Peneliti melakukan survey dengan
terjun langsung ke lapangan, dengan mendatangi komunitas transgender Yayasan
Srikandi Sejati untuk memperoleh data berupa pengisian kuesioner dan data-data
sekunder lainnya. Baik itu dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa terpaan tayangan “Be A Man” terhadap perilaku asertif
transgender tidak memiliki korelasi yang cukup, justru terhitung sangat lemah
dan dianggap tidak ada dengan hasil korelasi statistic 0,155. Berdasarkan hasil
uji statistik, pada uji signifikansi dengan hasil 0,219 yang menyatakan bahwa hubungan
variable x dengan variable y tidak signifikan. Kesimpulannya adalah tidak ada
hubungan yang kuat antara terpaan tayangan dengan sikap asertif kaum
transgender, karena besar kemungkinan sikap asertif tersebut terbentuk oleh
faktor lain selain tayangan Be A Man.
Kata Kunci: Efek Media,
Transgender, GLTB, perilaku asertif
Penulis: Rima Oktavriani,
Yearry Panji
Kode Jurnal: jpkomunikasidd110057