GLASS CEILLING DAN GUILTY FEELING SEBAGAI PENGHAMBAT KARIR PEREMPUAN DI BIROKRASI
Abstrak: Secara kuantitas
pertambahan pegawai negeri sipil perempuan mengalami peningkatan yang
signifikan, namun belum diikuti dengan terbukanya akses untuk dapat menjadi
pejabat struktural dan pejabat publik yang strategis. Artikel ini membahas
faktor-faktor yang menyebabkan belum terbukanya akses untuk menjadi pejabat.
Penelitian dilakukan di Aceh. Hasil penelitian menunjukan perasaan ambigu, kurang percaya diri, dan kurangnya
dukungan lingkungan sosial yang disebabkan karena dominasi dari kultur dan
struktur menguatkan fenomena glass ceiling. Rendahnya akses perempuan dalam
jabatan strategis akan berdampak pada kualitas kebijakan publik yang dirumuskan
menjadi tidak sensitif gender.
Keywords: glass ceiling;
barrier; gender; bureaucracy
Penulis: Partini
Kode Jurnal: jpsosiologidd130024