EKSISTENSI WADUK CACABAN SEBAGAI TEMPAT KEGIATAN WIRAUSAHA BAGI MASYARAKAT

Abstract: Masyarakat Kedungbanteng memanfaatkan Waduk Cacaban sebagai tempat kegiatan wirausaha. Masyarakat bergerak dalam bidang sektor informal karena dalam wilayah tersebut dimungkinkan hanya bermodalkan ketrampilan dan pendidikan yang minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil dan aktivitas pedagang di Waduk Cacaban yang sering tanpa ijin pemerintah. Penelitian dilakukan dengan observasi mendalam dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kedungbanteng berdagang di Waduk Cacaban karena suatu anggapan bahwa Waduk Cacaban merupakan tanah warisan nenek moyang yang digunakan untuk tujuan kesejahteraan hidup mereka. Oleh karena itu, masyarakat merasa tidak memerlukan ijin resmi dari pihak pengelola Waduk ketika mereka membuka tempat usaha di waduk tersebut. Ketika petugas menertibkan keberadaan para pedagang, terkadang mereka tidak mengindahkan hal tersebut. Karena anggapan tersebut, ada pula keyakinan kalau ada orang dari luar daerah Kedungbanteng yang berjualan di tempat tersebut, usahanya tidak lancar dan akhirnya harus gulung tikar. Hal tersebut menujukan adanya kekuatan budaya dalam masyarakat bahwa Waduk Cacaban merupakan sebuah tempat yang diwariskan nenek moyang mereka khusus untuk masyarakat Kedungbanteng.
Keywords: activities; entrepreneurial; cacaban reservoir; social function space
Penulis: Tri Astuti
Kode Jurnal: jpsosiologidd110029

Artikel Terkait :