WAYANG TOPENG MALANGAN ERA TAHUN 1959-1978 (Studi Pengaruh Kebijakan Politik dan Kontribusi Pembelajarannya di SLTA)

Abstrak: Kesenian wayang topeng Malangan, seperti halnya kesenian tradisional lain, berkembang seiring dengan kondisi sosial politik yang ada. Pengaruh politik yang mulai masuk dalam ranah kesenian, menjadikan wayang topeng Malangan secara tidak langsung turut dijadikan sebagai media propaganda politik. Oleh karenanya, kesenian ini masih berkembang baik hingga tahun 1960an. Peristiwa 30 September 1965 menjadi tonggak matinya kesenian tradisional Indonesia, termasuk wayang topeng Malangan, yang terjadi hingga era tahun 1966. Kesenian ini selanjutnya mulai dibangkitkan kembali pada era tahun 1967 hingga 1968, dan kembali mengalami masa keemasan di era tahun 1970an. Peristiwa tersebut dapat memberikan kontribusinya terhadap pendidikan dalam pembelajaran di SLTA, mengarah pada mata pelajaran Muatan Lokal Seni Tari.
Kata Kunci: kebijakan politik, perkembangan, wayang topeng Malangan, pembelajaran
Penulis: Woro Windarti
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120058

Artikel Terkait :