SPEKTRUM PEMIKIRAN: MENYOROT SIKAP POLITIK PEJABAT BERBALUT AGAMA
Abstrak: Tanda-tanda atau
gejala kepemimpinan yang gagal, dalam perspektif agama (Islam), adalah tidak
singkronnya antara ucapan dengan tindakan yang lazim disebut sebagai munafik,
agar tampil prima disegani dan berwibawa, meski bertentangan dengan hati nurani
dan membelakangi agama, maka lahirlah
politik pencitraan. Tentu saja hal ini merupakan
tindakan kamoflase, jika dilakukan oleh aparat atau pejabat, dapat merongrong
kewibawaan Negara dan pemerintah.
Leadership yang baik adalah yang
secara substansi menjalankan amanat Sang
Pencipta, Penguasa seluruh alam, jadi agama tidak sekedar pembungkus prilaku politik
yang buruk dan busuk, seperti korupsi dan keculasan untuk pencitraan, melainkan
syari’at agama harus ditegakkan. Negara
justru diperlukan untuk mengembangkan
agama guna memakmurkan bumi secara keseluruhan.
Kata Kunci: Sikap Politik, Pejabat, Agama
Penulis: M. Sidi Ritaudin
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110060