PESANTREN DALAM BINGKAI POLITIK BIROKRASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
SARI: Gesekan politik dan
pesantren sudah terjadi pada masa kolonial. Lembaga ini berperan menentang
penetrasi kolonialisme yang pada akhirnya melakukan strategi uzlah atau menutup
dan menghindar dari persoalan-persoalan politik. Peran seperti ini berlanjut sampai
pada masa kemerdekaan. Sebagai dampaknya pesantren menjadi terisolisir dari
persoalan-persolan politik dan kurang diperhitungkan eksistensinya secara
nasional. Selanjutnya, terjadi perubahan orientasi politik di dunia pesantren,
ketika intervensi politik menjangkau segenap jalur kehidupan sosial masyarakat,
dengan adanya rekayasa penataan politik yang dikembangkan penguasa yang
mempunyai dampak politis yang tidak dapat dihindari oleh lembaga pendidikan
pesantren. Secara hegemonik, negara menguasai lembaga politik dan sosial
kemasyarakatan dalam rangka menarik massa agar berada dalam spektrum kebijakan
dan kekuasaan pemerintah. Dari sinilah pesantren yang semula independen dari
atmosfir politik menjadi termobilisasi demi kepentingan penguasa.
Kata kunci; pesantren, politik
birokrasi dan pendidikan
Penulis: Ali Riyadi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120009