GENEOLOGI TRADISI ILMIAH ASTRONOMI ISLAM (STUDI HISTORIS PERKEMBANGAN ASTRONOMI MUSLIM PADA ABAD PERTENGAHAN)

Sari: Astronomi umumnya didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari gerakan bintang-bintang dan planet-planet. Ini sering dianggap salah satu ilmu pengetahuan Barat warisan ilmiah bangsa Yunani. Para astronom modern tidak tahu kritik yang dilancarkan oleh astronom Muslim, Ibnu Shatir, yang menyoroti sistem Ptolemy. Astronomi hanya mengenal teori yang dibangun Kepler dan Copernicus setelah runtuh batas-batas bumi teori tanpa mempertimbangkan teori Ibn Shatir yang justru merupakan teori pertama yang memetakan gerakan planet-planet di angkasa; sebuah teori yang diyakini milik dunia modern sebagai Kepler dan Copernicus. Artikel ini membahas akar astronomi Islam di abad pertengahan yang menandai kemajuan peradaban Islam selama kegelapan Barat. Pertengahan adalah zaman keemasan Islam yang menyumbangkan banyak teori-teori baru dalam literature ilmu, termasuk astronomi. Artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas astronomi yang dilakukan secara intensif dari awal abad ke-9 hingga abad ke-16. Kegiatan ini tercermin dalam jumlah besar ilmuwan yang bekerja di bidang astronomi praktis dan teoritis, jumlah buku-buku yang ditulis, observatorium aktif, dan pengamatan baru. Semua kegiatan ilmiah dimulai dengan terjemahan karya ilmiah fantastis non-Arabic. Kegiatan astronomi Islam dibagi menjadi dua utama aliran yaitu aliran astronomi-matematika di Timur dan aliran astronomi-filsafat di kekhalifahan Islam di Barat.
Kata kunci: Geologi, astronomi, ilmu pengetahuan, dan Islam
Penulis: Wahyu Setiawan
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd130003

Artikel Terkait :