AKUNTANSI SYARI'AH: MENUJU PUNCAK KESADARAN KETUHANAN MANUNGGALING KAWULO GUSTI
ABSTRACT: Melalui pendekatan
Epistemologi Berpasangan yang
rasional-intuitif , Akuntansi Syari’ah memformulasikan tujuan dasar laporan
keuangannya sebagai berikut (Triyuwono 2006b: 328-44):(1) memberikan informasi (information), (2) media untuk akuntabilitas (accountability). Sekilas
dua tujuan ini sama dengan akuntansi modern, tetapi sebetulnya secara
substansial makna dari dua tujuan tersebut
sangat berbeda. Tujuan pertama
merupakan representasi dari dunia materi , sedangkan tujuan kedua merupakan
representasi dari dunia spiritual.
Epistemologi Berpasangan merupakan pendekata n yang digunakan untuk
membangun Akuntansi Syari’ah. Pendekatan ini selalu berpegang pada prinsip
keseimbangan. Dalam konteks ini,
Akuntansi Syari’ah menyeimbangkan materi
dengan yang spiritual. Sehingga tidak
heran jika tujuan pertama merupakan representasi dari dunia materi dan tujuan
kedua merupakan representasi dari dunia spiritual.
Penulis: Iwan Triyuwono
Kode Jurnal: jpakuntansidd110038