GAMBARAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN (STUDI DI BPM T TLOGOSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2012)

Abstrak: Sebagai  alat  kontrasepsi,  suntik  mempunyai  efek  samping,  salah  satunya  yaitu  perubahan  pola  menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan di BPM T melalui wawancara pada 10 orang akseptor kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik 1 bulan sebanyak 4 orang dan 3 bulan sebanyak 6 orang.  Pada akseptor suntik 1 bulan ditemukan 3 orang tidak mengalami  perubahan  pola  menstruasi  dan  1  orang  mengalami  perubahan  pola  menstruasi.  Pada  akseptor  suntik  3 bulan, 6 orang  mengalami  perubahan  pola  menstruasi.  Mendeskripsikan  karakteristik  responden,  mendeskripsikan gangguan pola menstruasi akseptor kontasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif  dengan  pendekatan  survei.  Jumlah  sampel  yang  digunakan  sebanyak  80 orang,  dan  menggunakan  kuesioner  sebagai  instrumen  penelitian. Karakteristik  akseptor  kontrasepsi  1  bulan  dan  3 bulan berdasarkan umur, pendidikan dan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan berumur 20 – 35 tahun yaitu 68,8%, sebagian besar berpendidikan menengah dengan 73,8% serta sebagian  besar  akseptor  tidak  bekerja  yaitu  62,5%. Sebagian  besar  akseptor  kontrasepsi  suntik  1  bulan  yaitu  62,2% dapat  mengalami  mentruasi  yang  teratur  tiap  bulannya  dengan  lama  siklus,  lama  hari,  gambaran  darah  dan banyaknya  darah  yang  keluar  dikatakan  normal.  21,6%  mengalami  perdarahan  bukan  haid/perdarahan  sela, olighomenorrhea  dan  hipomenorrhea  dengan  bentuk  perdarahan  flek  (spotting).  16,2%  akseptor  mengalami amenorrhea.  Mayoritas  akseptor  kontrasepsi  3  bulan  mengalami  amenorrhea  yaitu  81,4%.  Sisanya  sebesar  18,6% akseptor  mengalami  perdarahan  bukan  haid/perdarahan  sela,  olighomenorrhea  dan hipomenorrhea  dengan  bentuk perdarahan  flek  (spotting).  Sebagian  besar  akseptor  Kontrasepsi  suntik  1  bulan  tidak  mengalami  gangguan  pola menstruasi, sedangkan mayoritas akseptor kontasepsi suntik 3 bulan mengalami gangguan pola menstruasi
Kata kunci: Pola menstruasi, akseptor, Kontrasepsi suntik
Penulis: Dayu Yunita Putri, Ulfa Nurullita, Ninik Pujiati
Kode Jurnal: jpkebidanandd130019

Artikel Terkait :