TRANSESTERIFIKASI PARSIAL MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN ETANOL PADA PEMBUATAN DIGLISERIDA SEBAGAI AGEN PENGEMULSI

Abstrak: Laju  pertumbuhan  produksi  minyak  kelapa  sawit  yang  tinggi  mendorong  perlunya  diversifikasi minyak  kelapa  sawit  menjadi  produk  lain  dengan  nilai  ekonomis  tinggi,  salah  satunya  adalah sebagai agen pengemulsi. Agen pengemulsi yang dibuat dari minyak nabati bersifat biodegradable, sehingga tidak mencemari lingkungan, dan kesinambungan pengadaannya terjamin karena berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Dalam produksi agen pengemulsi berbahan baku minyak kelapa sawit, reaksi transesterifikasi merupakan tahapan awal yang akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi transesterifikasi parsial  minyak  kelapa  sawit.  Proses  transesterifikasi  menggunakan  NaOH  sebagai  katalis  dan minyak  kelapa  sawit.  Variabel  yang  divariasikan  untuk  mengkaji  pengaruhnya  terhadap  kinerja produk digliserida yang dihasilkan adalah persen berat katalis NaOH (0,1, 0,2, 0,3, dan 0,4 {mol NaOH/kg minyak}), suhu transesterifikasi (40, 50, 60, dan 70 oC), waktu transesterifikasi  (15, 20, 25,  dan  30  menit),  dan  rasio  reaktan  (1:3,  1:4,  1:5,  dan  1:6  {mol  minyak:mol  etanol}).  Produk digliserida diuji kemampuannya sebagai agen pengemulsi dalam menurunkan tegangan permukaan air,  serta  dalam  menjaga  kestabilan  emulsi  minyak/air.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa produk  digliserida  memiliki  kemampuan  menurunkan  tegangan  permukaan  air  optimum  pada persen berat katalis NaOH sebesar 0,3 mol NaOH/kg minyak, suhu transesterifikasi 50oC, waktu reaksi 30 menit, dan rasio reaktan 1:6 mol minyak:mol etanol.
Kata kunci: agen pengemulsi, digliserida, minyak kelapa sawit, NaOH, transesterifikasi
Penulis: Rita Arbianti, Tania Surya Utami, Heri Hermansyah, Ira Setiawati, dan Eki Listya Rini
Kode Jurnal: jpkimiadd090037

Artikel Terkait :