STUDI PROSES KOAGULASI AIR BAKU UNTUK AIR BERSIH DI WILAYAH BENCANA PASCA TSUNAMI KABUPATEN ACEH BESAR

Abstrak: Proses koagulasi flokulasi dalam pengolahan air minum sangat penting untuk ditinjau lebih jauh  karena  mempunyai  pengaruh  yang  sangat  besar  terhadap  proses  purifikasi  air berikutnya dan kualitas air produksi. Jenis koagulan yang sering dipakai adalah alumunium sulfat  (alum)  dan  poly  alumunium  chloride  (PAC).  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk menentukan tipe dan konsentrasi optimal koagulan yang diaplikasikan pada air baku berupa air permukaan di wilayah bencana pasca tsunami. Hal ini sangat diperlukan untuk membuat perencanaan rancangan instalasi pengolahan air bersih di wilayah tersebut. Jar test koagulan dilakukan untuk menentukan efisiensi koagulasi dan waktu sampling. Dari hasil penelitian ini  dapat  disimpulkan  kekeruhan  air  baku  mempengaruhi  waktu  sedimentasi.  Pada kekeruhan  di  bawah  15  Nephelometric Turbidity Unit  (NTU),  waktu  optimum  sedimentasi adalah  lima  menit,  tetapi  pada  air  baku  yang  kekeruhannya  di  atas  15  NTU,  waktu sedimentasi lebih cepat yaitu satu menit saja. Dari hasil jar tes yang dilakukan terhadap air di  sungai  Krueng  Raya  dapat  dilihat  bahwa  air  sungai  Krueng  Raya  dapat  diolah  dengan bahan koagulan aluminium sulfat pada dosis 20 ppm, sedangkan jika menggunakan bahan koagulan PAC memerlukan dosis optimal 15 ppm.
Kata kunci: koagulan, efisiensi, koagulasi, kualitas air
Penulis: Ignasius D.A. Sutapa
Kode Jurnal: jpkimiadd090039

Artikel Terkait :