PERANCANGAN AWAL PABRIK BIOHIDROGEN DARI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN FERMENTASI ANAEROBIK PADA KONDISI TERMOFILIK
Abstrak: Indonesia memiliki
banyak sumber daya
alam namun tidak
mencukupi lagi untuk
memenuhi permintaan energi dari
konsumen, khususnya bahan
bakar. Oleh karena
itu, pemerintah terus menggalakkan mencari
energi alternatif terbaru.
Salah satunya adalah
hidrogen. Hidrogen merupakan produk
ramah lingkungan yang
tidak menghasilkan emisi
gas karbon. Dalam pembentukan hidrogen
dapat menggunakan limbah
yang kaya akan
karbohidrat sebagai bahan baku dan dilakukan proses fermentasi.
Akan tetapi, hingga saat ini masih
sebatas penelitian saja. Sehingga
hal ini mendorong
dibuatnya suatu perancangan
awal pabrik pembuatan
biohidrogen dari limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dengan
fermentasi anerobik pada kondisi termofilik dengan tujuan
mencukupi kebutuhan konsumen
dan turut berperan
dalam mengembangkan teknologi bersih. Untuk
kapasitas produksi sebesar
495,1694 ton/tahun, total
investasi yang dibutuhkan untuk
membangun sebuah pabrik
biohidrogen di Indonesia
adalah Rp. 507.190.573.523,- dengan
total biaya produksi
sebesar Rp. 354.636.600.139,-. Parameter kelayakan dengan
kapasitas produksi 495,1694
ton/tahun adalah total
penjualan produk sebesar Rp
174.261.989,701,- dan laba
bersih sebesar 180.030.185.327,-. Profit
Margin (PM) 41,9
%, Break Even Point (BEP) 45,24 %, Return on Investment (ROI) 35,5 %,
Pay Out Time (POT) 2,82 tahun, Return on Network (RON) 59,16 %, Internal Rate
of Return (IRR) 53,52%.
Kata kunci: biohidrogen,
fermentasi anaerobik, IRR, LCPKS,termofilik
Penulis: Bambang Trisakti,
Irvan, Hari Tiarasti, Irma Suraya
Kode Jurnal: jpkimiadd120102
