PEMBAKARAN ULANG ABU BAWAH BATUBARA

Abstrak: Tingginya kadar karbon dalam abu bawah batubara yang dihasilkan oleh boiler unggun tetap di sejumlah pabrik tekstil di wilayah Bandung mengisyaratkan peluang untuk meningkatkan efisiensi pembangkitan  energi  melalui  pembakaran  ulang  abu  bawah  tersebut.  Penelitian  ini  mengkaji kelayakan  teknis  pemanfaatan  abu  bawah  sebagai  bahan  baku  briket  bahan  bakar  padat. Percobaan  yang  dilaksanakan  bertujuan  mengukur  pengaruh  kadar  abu  bawah  dalam  briket terhadap waktu penyalaan dan kekuatan mekanik produk briket. Kadar abu bawah divariasikan pada rentang 0-50 %-berat (basis bebas aditif perekat dan air). Waktu penyalaan briket berkisar pada  4,4  –  9,9  menit.  Waktu  penyalaan  berbanding  lurus  dengan    kadar  abu  bawah    karena berkurangnya  kadar  zat  terbang  briket.  Kuat  remuk  (crushing  strength)  briket  berkisar  pada  13,4-27,1  kgf/cm2,  yang  sepadan  dengan  kuat  remuk  batubara  sub-bituminus  bongkahan. Penambahan  serbuk  batubara  segar  sebesar  10  %-berat  memberikan  peningkatan  kuat  remuk yang signifikan, sementara penambahan lebih lanjut serbuk batubara segar tidak meningkatkan kuat remuk briket. 
Kata kunci: abu bawah, briket, batubara, efisiensi energy
Penulis: Tjokorde Walmiki Samadhi, Tishi T. Daulay, M. Firmansyah, Tjandra Setiadi
Kode Jurnal: jpkimiadd080009

Artikel Terkait :