ISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BENALU DENDROPHTHOE PENTANDRA L. MIQ YANG TUMBUH PADA INANG LOBI-LOBI
ABSTRACT: Benalu adalah
tumbuhan semi-parasit. Keunikan benalu adalah di satu pihak dianggap sebagai
tumbuhan yang mengganggu karena sifat parasitnya pada tumbuhan komersial
seperti teh dan tumbuhan penghasil buah-buahan, tetapi di lain pihak benalu
dianggap sebagai tumbuhan yang bermanfaat karena potensinya sebagai tumbuhan
obat. Di Indonesia, benalu sudah lama dikenal sebagai obat antikanker
tradisional, selain itu benalu juga digunakan untuk obat batuk, diuretik dan
perawatan setelah melahirkan. Selain
benalu teh, benalu mangga dan benalu dari pohon buah lainnya juga dikenal
sebagai obat kanker alternatif. Oleh
karena itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih intensif sehingga potensi
benalu sebagai bahan baku obat dapat lebih dikembangkan. Dalam penelitian ini dilakukan
isolasi senyawa antioksidan dari ekstrak etil asetat daun benalu
Dendrophthoe pentandra L. Miq yang
tumbuh pada inang lobi-lobi. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan kromatografi
cair vakum menggunakan eluen bergradien ¬n-heksana, etil asetat, dan metanol.
Fraksi yang diperoleh dianalisis dengan kromatografi lapis tipis dan disemprot
dengan DPPH untuk mengetahui aktivitas antioksidannya. Diperoleh 3 fraksi yang
menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik, yaitu F1, F¬10, dan F11. F1
diisolasi lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan menggunakan fasa gerak 100% n-heksana,,
n-heksana-etil asetat (1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 8%, dan 10% n-heksana dalam etil
asetat) diperoleh fraksi F1.1 yang aktif setelah disemprot menggunakan DPPH.
Selanjutnya F1 diidentifikasi menggunakan FT-IR, dan GC-MS. Analisis dengan
GC-MS menunjukkan bahwa di dalam senyawa tersebut terdapat fragmen
neophytadiene.
Kata kunci: Benalu,
Dendrophtoe, DPPH, anti oksidan
Penulis: Sofa Fajriah, Akhmad
Darmawan, Andini Sundowo, Nina Artanti
Kode Jurnal: jpkimiadd070008
