BUDAYA DAN PERDAMAIAN: HARMONI DALAM KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA MENGHADAPI PERUBAHAN PASCA GEMPA

Abstrak: Gempa bumi yang terjadi di DIY dan Jateng pada 27 Mei 2006 memberikan dampak yang luar biasa terhadap aspek fisik dan psikologis individu, sosial, maupun berbagai kerusakan berwujud materi. Berbagai perubahan yang terjadi tersebut dapat mengancam keharmonisan hidup yang selama ini dijunjung tinggi oleh orang Jawa. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari sisi psikologis secara lengkap tentang upaya individu dalam menghadapi perubahan-perubahan yang dipicu oleh gempa bumi dengan menggunakan kearifan lokal yang menuju pada keharmonisan hidup bermasyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnography-grounded theory yang bertujuan memberikan gambaran terhadap suatu fenomena yang diteliti secara lengkap dan komprehensif tanpa meninggalkan pentingnya unsur budaya di tengah masyarakat. Salah satu temuan yang penting dari penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Jawa masih  dipegang teguh oleh warga dalam menghadapi berbagai macam perubahan pasca-gempa. Berbagai konflik seperti konflik yang ditimbulkan oleh penyaluran bantuan yang dirasakan tidak adil dan terjadinya praktek korupsi oleh oknum pamong dusun disikapi dengan pasif oleh warga. Sikap pasif ini menunjukkan bahwa – bagi orang Jawa – menjaga harmoni social merupakan suatu tujuan yang lebih utama dibandingkan dengan menuntut hak-haknya yang telah dilanggar.
Kata Kunci: dampak, gempa, harmoni, kearifan lokal Jawa, konflik.
Penulis: Yohanes Kartika Herdiyanto & Kwartarini Wahyu Yuniarti
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd120017

Artikel Terkait :