EVALUASI PEMELIHARAAN INDUK IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DALAM BAK TERKONTROL

ABSTRAK: Perbenihan ikan tuna sirip kuning di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol telah memasuki tahun ke-10. Kerjasama diawali dengan Overseas Fishery Cooperation Foundation (OFCF) Jepang (2001-2005). Namun pemeliharaan calon induk efektif dimulai Juni 2003 dan kerjasama berakhir pada Maret 2006. Hanya dalam satu tahun pemeliharaan telah berhasil memijahkan induk (Oktober 2004) dan puncaknya tahun 2005. Tahun 2006 hingga 2008 kegiatan ini hanya didanai APBN. Tidak ada penambahan/ penggantian induk, sementara induk-induk yang ada semakin tua dan semakin besar sehingga pergerakannya dalam bak semakin terbatas dan tidak produktif. Tahun 2008-2010, dijalin kerjasama dengan Australian Centre forInternational Agricultural Research (ACIAR), dengan target penambahan calon induk untuk menjaga kesinambungan jumlah induk yang optimal. Dalam tulisan ini, penulis akan mengulas hasil pemeliharaan induk antar waktu dan perubahan yang terjadi sejalan dengan pertumbuhannya dan lamanya dalam bak pemeliharaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan tuna sirip kuning mampu beradaptasi dalam wadah pemeliharaan. Nilai faktor kondisi 2,05 ± 0,48, indeks hepato-somatik 0,8 ± 0,3, dan indeks gonad somatik 0,25 ± 0,18. Pertumbuhan induk sangat baik dengan persamaan kurva pertumbuhan W=0,02L2.86 untuk periode pemeliharaan tahun 2003-2008 and W=0,01 L3.09untuk periode pemeliharaan tahun 2008-2010 yang sangat mirip dengan kurva hasil tangkapan alam sebesar W=0,01 L3.06.
KATA KUNCI: faktor kondisi, indeks, gonado-somatik, hepato-somatik, tuna sirip kuning, Thunnus albacores
Penulis: Jhon Harianto Hutapea, I Gusti Ngurah Permana, Ananto Setiadi ,dan Gunawan
Kode Jurnal: jpperikanandd110379

Artikel Terkait :