INFILTRASI PADA BERBAGAI TEGAKAN HUTAN DI ARBORETUM UNIVERSITAS LAMPUNG

ABSTRAK: Salah satu fungsi hutan yang penting adalah sebagai penyedia air melalui proses infiltrasi pada siklus hidrologi. Ruang terbuka hijau Universitas Lampung memilikiberbagai tegakan pohon, diantaranya tegakan Sengon Buto, tegakan Jati, dan tegakan campuran. Tegakan tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan laju infiltrasi dan mengurangi aliran permukaan(run-off).Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi yang terjadi dibawah berbagaitegakan dengan menggunakan Double Ring Infiltrometer,dan dilaksanakan selama bulan Februari - Maret 2015.Hasil penelitian menunjukkan tegakan campuran memiliki laju infiltrasi tertinggi yaitu 56,60 cm/jam apabila dibandingkan dengan tegakan Sengon Buto, tegakan Jati, dan bebas tegakan yang masing-masing memiliki nilai 51,60 cm/jam, 45,60 cm/jam, dan 4,80 cm/jam.Berdasarkan klasifikasi menurut Kohnke(1968), laju infiltrasi yang terdapat di bawah masing-masing tegakan tersebut tergolong dalam klasifikasi sangat cepat, sedangkan pada lahan bebas tegakan tergolong sedang. Faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi secara langsung yaitu kadar air awal tanah, bulk density, porositas tanah, dan fraksi liat. Kerapatan pohon, kerapatan dan strata tajuk, serta tanaman penutup tanah mempengaruhi infiltrasi secara tidak langsung yaitu dengan membentuk sifat fisik tanah yang dapat mendukung peningkatan infiltrasi.
Kata kunci: infiltrasi, double ring infiltrometer, lahan di bawah tegakan
Penulis: Tomy Irawan dan Slamet Budi Yuwono
Kode Jurnal: jpkehutanandd160043

JURNAL BERHUBUNGAN: